Incident Investigation Training BNSP

Kecelakaan kerja dalam sebuah perusahaan tentu bisa datang sewaktu-waktu. Oleh sebab itu, butuh orang yang handal dan kompeten dalam menganalisa faktor-faktor di balik tingginya risiko kecelakaan tersebut, guna meminimalisir kejadian serupa kemudian hari. Kemampuan ini tentunya tidak bisa dipelajari secara otodidak, maka dari itu perlu pembelajaran khusus seperti Incident Investigation Training, yang akan disampaikan berikut ini. Apa itu?

Definisi Incident Investigation Training

Incident Investigation Training atau secara sederhana disebut pelatihan investigasi insiden merupakan aktivitas untuk mencari fakta-fakta di balik terjadinya kecelakaan kerja, baik berupa penyebab ataupun langkah-langkah mengantisipasi hal serupa.

Orang yang melakukan investigasi ini disebut sebagai investigator, yang mana diharuskan mampu menganalisa rangkaian peristiwa kecelakaan-kecelakaan sebelumnya. Melalui pelatihan Incident Investigation Training ini dapat dipilih tindakan-tindakan proaktif untuk meminimalisir potensi kecelakaan di perusahaan secara maksimal sehingga mendapatkan predikat zero accident.

Dasar Hukum SKKNI

Investigasi insiden kecelakaan kerja tidak bisa dilakukan oleh semua orang tanpa mengikuti pelatihan secara khusus. Ini lantaran keahlian tersebut harus diakui secara tertulis melalui sertifikasi kompetensi keahlian K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Berdasarkan aturan, sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), yang mengatur Incident Investigation Training tercantum dalam:

  1. KEP.248/MEN/V/2007 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Industri Minyak Dan Gas Bumi Serta Panas Bumi Sub Sektor Industri Minyak Dan Gas Bumi Hulu Hilir (Supporting) Bidang Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
  2. SKKNI K3 dalam KEP.42/MEN/III/2008 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Ketenagakerjaan Bidang Keselamatan Dan Kesehatan Kerja.

Pentingnya Incident Investigation Training

Secara umum, Incident Investigation Training bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pentingnya penerapan K3 di dunia kerja. Sebab mau tidak mau, Kamu harus paham penyebab serta dampak yang timbul akibat kecelakaan kerja. Oleh sebab itu, analisa tingkat kecelakaan menjadi hal yang krusial untuk dikuasai guna meminimalisir risiko, serta mencegah insiden agar tidak terulang.

Keselamatan dan kesehatan para pekerja adalah prioritas semua pihak, maka apabila hasil investigasi tidak tepat sasaran, tentu akan ada banyak pihak yang dirugikan. Inilah mengapa, perusahaan harus memberi pelatihan kepada investigatornya lewat instruktur-instruktur profesional yang sudah berpengalaman di bidang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) industri, dan bidang akademik.

Syarat dan Dokumen untuk Pelatihan Investigasi Insiden Sertifikasi BNSP

Agar mencapai hasil pelatihan yang optimal, calon peserta harus memenuhi sejumlah kriteria, khususnya dari aspek pengalaman kerja yang harus dipenuhi tanpa ada kekurangan satu dokumen.

Di bawah adalah syarat pendidikan dan pengalaman kerja minimal sesuai kategori calon peserta pelatihan  untuk dapat mengikuti Incident Investigation Training, yaitu:

  1. SLTA/Sederajat, dengan pengalaman kerja minimal 3 tahun.
  2. Diploma 3 (D3), dengan pengalaman kerja minimal 2 tahun.
  3. Strata 1 (S1), dengan pengalaman kerja minimal 1 tahun.
  4. Strata 2 (S2), dengan pengalaman kerja minimal 6 bulan.

Sedangkan untuk dokumen-dokumen yang diperlukan dalam hal pendaftaran, meliputi :

  • Foto copy KTP
  • Foto copy Ijazah terakhir
  • Pas foto 3 x 4 latar merah, masing-masing 3 lembar
  • Curriculum Vitae (CV) atau Portofolio
  • Foto copy Sertifikat Kursus K3
  • Surat Rekomendasi Pimpinan
  • Lampiran bukti pelatihan berbasis metode analisis akar masalah
  • Lampiran bukti membuat laporan investigasi (pendahuluan, ringkasan eksekutif, data dan fakta, analisis insiden, kesimpulan, dan rekomendasi), serta mengisi form hasil investigasi.

Materi Pelatihan Sesuai SKKNI

Berikut adalah beberapa materi mengenai pelatihan investigasi insiden sesuai SKKNI yang akan Kamu peroleh untuk bisa menjadi seorang investigator bersertifikat:

  1. Teori Penyebab Kecelakaan
  2. Prosedur Investigasi Insiden
  3. Metode Analisis Kecelakaan (teori dan contoh kasus)
  4. Review dan Persiapan Uji Kompetensi, yang bertujuan untuk mempersiapkan Kamu menghadapi uji kompetensi. Dalam uji kompetensi ini lah yang akan menentukan apakah Kamu layak mengajukan sertifikasi dari BNSP atau tidak.
  • Kode Unit: KKK.00.02.003.01 Mengidentifikasi bahaya dan menilai risiko K3
  • Kode Unit: KKK.00.02.014.01 Menganalisis dan mengevaluasi risiko K3
  • Kode Unit: KKK.00.03.002.01 Partisipasi dalam penyelidikan kecelakaan
  • Kode Unit: KKK.00.03.005.01 Mengembangkan analisa informasi dan data K3, dan proses pelaporan serta dokumentasi.

Lihat juga kegiatan terbaru di sini.

Membutuhkan Inhouse Training? Klik di sini.